Diikuti 80 Perahu, 1.040 Orang Passandeq dan Kru, Syamsul Samad Sebut Sandeq Silumba Bukan Sekadar Lomba

oleh
oleh
Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba Syamsul Samad.

“Kalau kita lihat ini, baru pembukaan saja sudah luar biasa animo masyarakat ke sini. Saya yakin besok di Pamboang juga begitu, apalagi lusa di Polman garis finis,” pungkasnya.

Tingginya partisipasi masyarakat, lanjut Syamsul Samad, harus direspons dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Ia mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk terus memperbaiki pelayanan bagi para peserta maupun masyarakat yang terlibat dalam event tersebut.

BACA JUGA:  DPRD Sulbar Matangkan Jadwal Kegiatan melalui Rapat Bamus

Menurutnya, Sandeq Silumba bukan semata-mata perlombaan, tetapi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian budaya maritim masyarakat Mandar, Sulbar.

“Ini kepentingan kita bersama menjaga kelestarian budaya maritim kita ini,” ungkap Syamsul Samad.

Syamsul Samad menilai partisipasi para passandeq dalam event tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap pelestarian tradisi. Mereka, kata dia, terus berpartisipasi setiap tahun tanpa mengutamakan kepentingan pribadi.

BACA JUGA:  Dinas ESDM Sulbar Ikuti Penyusunan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi 2026

“Masyarakat kita ini, passandeq tanpa pamrih mereka untuk terus berpartisipasi setiap tahunnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembuatan sebuah perahu sandeq bukan pekerjaan mudah. Karena itu, dukungan dan pelayanan terhadap para passandeq perlu terus ditingkatkan.

Syamsul Samad berharap, dukungan terhadap pelestarian sandeq dapat terus diperkuat, termasuk melalui kebijakan dan dukungan anggaran apabila kondisi fiskal memungkinkan.

BACA JUGA:  Rapat Teknis Bersama TAPD, PUPR Sulbar Paparkan Target Kinerja hingga Akhir Tahun

“Bahkan insya Allah kalau dalam situasi yang longgar, fiskal kita arahkan ke sana juga karena ini penting. Ini identitas kita sebagai orang Mandar, Sulbar,” tutur Syamsul Samad. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.