BPBD Sulbar Gelar FGD I Penyusunan RPKB, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi Kedaruratan Bencana

oleh
oleh

FGD juga menghadirkan masukan dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, serta perangkat daerah terkait lainnya.

Dalam sesi diskusi, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran memberikan masukan mengenai pentingnya memperjelas pembagian peran dan mekanisme koordinasi, khususnya dalam mendukung pengamanan, evakuasi, penyelamatan serta penanganan kebakaran pada kondisi kedaruratan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya aspek pelayanan kesehatan, termasuk kesiapan tenaga kesehatan, kebutuhan obat dan peralatan kesehatan serta sinkronisasi data kebutuhan sektor kesehatan dalam skenario kedaruratan.

BACA JUGA:  Expose III PBJ 2026, Biro PBJ Setda Sulbar Perkuat Pengendalian Pengadaan dan Siapkan Konsolidasi 2027

Dinas Pangan juga menyampaikan perlunya memperhatikan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak, termasuk mekanisme dukungan logistik pangan dan koordinasi antarperangkat daerah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kevie Desderius selaku Tim SMART ID menyampaikan bahwa seluruh masukan akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen RPKB, termasuk dalam pemetaan tugas, fungsi, kapasitas dan dukungan masing-masing perangkat daerah.

Dari pelaksanaan FGD I tersebut, disepakati bahwa penyusunan RPKB Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 perlu dilakukan secara lintas sektor dan lintas perangkat daerah.

Setiap perangkat daerah diharapkan memberikan data dan informasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Pembagian peran dan tanggung jawab pada kondisi kedaruratan juga perlu dirumuskan secara jelas, termasuk aspek keamanan dan ketertiban, kesehatan, pangan, logistik, evakuasi, pelayanan dasar serta kebutuhan masyarakat terdampak.

BACA JUGA:  Perkuat Segmen Low MPV, New Veloz Hybrid EV Dorong Lonjakan Penjualan dan Dominasi Market Share Toyota

Selain itu, mekanisme koordinasi dan komunikasi antarpihak perlu diperkuat sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dan pengerahan sumber daya secara cepat ketika terjadi bencana.

Sebagai tindak lanjut, Tim SMART ID akan melakukan inventarisasi dan pengolahan seluruh masukan FGD I, sementara perangkat daerah terkait menyiapkan data dan informasi yang diperlukan. BPBD Provinsi Sulawesi Barat juga akan melakukan koordinasi lanjutan untuk memastikan keterpaduan substansi RPKB sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya.

BACA JUGA:  Sekda Junda Harap Pembahasan APBD-P 2026 Berjalan Lancar Demi Tata Kelola Transparan

“Kita ingin RPKB ini benar-benar menggambarkan kondisi dan kebutuhan Sulawesi Barat. Karena itu, kolaborasi dan keterbukaan data dari seluruh perangkat daerah sangat penting. Semakin kuat koordinasi kita sebelum bencana terjadi, semakin siap pula kita ketika menghadapi keadaan darurat,” tutup Yasir Fattah.

Melalui penyusunan RPKB yang partisipatif dan terintegrasi, BPBD Sulawesi Barat terus memperkuat fondasi kesiapsiagaan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan penanggulangan bencana yang cepat, terkoordinasi dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.