“Tadi juga disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional bahwa tahun depan masih akan ada program lanjutan. Karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih karena Sulawesi Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat prioritas dalam program Festival Literasi ini. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahim, yang hadir sebagai narasumber dalam Gelar Wicara, menekankan pentingnya membangun budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
“Literasi bukan hanya persoalan kemampuan membaca dan menulis, tetapi bagaimana masyarakat mampu memahami informasi, mengolah pengetahuan, kemudian menggunakannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Karena itu, Gerakan Sulbar Mandarras harus menjadi gerakan bersama,” ujar Abdul Rahim.
Ia menilai penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, sekolah, keluarga, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat secara luas.
“Kami di DPRD tentu mendukung program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Gerakan Sulbar Mandarras harus terus diperkuat agar budaya membaca dan belajar dapat tumbuh mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, sampai masyarakat,” jelasnya.
Abdul Rahim juga mengapresiasi dukungan Perpustakaan Nasional RI terhadap Sulawesi Barat dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus ditingkatkan.
Menurutnya, pengembangan literasi sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan tata kelola pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Festival Literasi Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong masyarakat agar semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan informasi dan teknologi. (*)










