Ia menambahkan, fenomena antrean panjang kerap diperparah oleh kepanikan warga akibat rumor di media sosial. Masyarakat diminta tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi.
“Mohon jangan mudah termakan provokasi atau berita yang beredar di media sosial. Cek dahulu kebenarannya agar tidak memicu kepanikan,” tambahnya.
Di samping isu BBM, Polda Sulbar juga menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapolda menyatakan titik api yang tersebar di enam kabupaten kini berhasil dikendalikan berkat sinergi TNI, Polri, dan instansi terkait.
Sebagai bentuk penegakan hukum, Polresta Mamuju telah menetapkan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan di wilayah tersebut. (*)










