Bedah Buku Api Perjuangan, Menelusuri Sejarah Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat

oleh
oleh

inekspos.com, Mamuju — Sejarah pembentukan Provinsi Sulawesi Barat kembali diangkat melalui kegiatan Bedah Buku Api Perjuangan: Sejarah Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog untuk menggali kembali perjalanan panjang perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat yang melibatkan berbagai tokoh dan eksponen perjuangan di masa lalu.

Buku Api Perjuangan: Sejarah Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat ditulis oleh Adi Arwan Alimin selaku penulis utama. Dalam kegiatan bedah buku tersebut, Adi Arwan Alimin hadir sebagai narasumber untuk memaparkan proses penulisan, sumber-sumber sejarah yang digunakan, serta berbagai catatan penting mengenai dinamika perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA:  Rapat Teknis Bersama TAPD, PUPR Sulbar Paparkan Target Kinerja hingga Akhir Tahun

Diskusi dipandu oleh Naskah M. Nabhan sebagai moderator. Sementara itu, salah satu eksponen pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, Ansar Hasanuddin, hadir sebagai penanggap yang memberikan perspektif dari sisi pengalaman dan perjalanan perjuangan pembentukan daerah.

Turut hadir Direktur PT Mitra Amanah Konselindo selaku pelaksana kegiatan penyusunan naskah dan penulisan sejarah pembentukan Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA:  Dispoparekraf Sulbar Buka Seleksi PPAN 2026, Pemuda Berpeluang Ikuti SSEAYP

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Mustari Mula menyampaikan apresiasi atas penulisan dan penerbitan buku tersebut.

“Sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas penulisan dan penerbitan buku ini. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah memiliki tanggung jawab dalam menjaga pengetahuan, dokumentasi dan memori sejarah daerah agar tidak hilang ditelan zaman,” kata Mustari Mula.

BACA JUGA:  BPKAD Sulbar Bahas Teknis Penyelesaian Draft Perubahan Nota Keuangan TA 2026

Menurut Mustari Mula, fasilitasi penulisan buku sejarah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan.

“Karena itu, fasilitasi penulisan buku ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan sumber pengetahuan yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat, akademisi, pelajar, peneliti maupun generasi muda Sulawesi Barat,” ucapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.