Bedah Buku Api Perjuangan, Menelusuri Sejarah Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat

oleh
oleh

Ia menambahkan, dokumen-dokumen yang menjadi referensi dalam proses penulisan buku tersebut memiliki nilai penting untuk keberlanjutan memori sejarah daerah. Bagian-bagian kutipan dan dokumen yang menjadi sumber penulisan akan menjadi arsip statis yang disimpan di Depo Arsip Sulawesi Barat.

“Dengan demikian, dokumen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari buku, tetapi juga menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Provinsi Sulawesi Barat dan dapat menjadi sumber rujukan bagi generasi mendatang,” lanjutnya.

Upaya menjaga sejarah dan memori kolektif tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, literasi, serta penguatan nilai-nilai budaya dan identitas daerah.

BACA JUGA:  Biro Organisasi Setda Sulbar Pacu Pengisian Portal RB 2026 untuk Perangkat Daerah Pengampu

Kegiatan bedah buku dilaksanakan secara hybrid, sehingga dapat diikuti baik secara langsung maupun melalui jaringan daring. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain para eksponen pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, akademisi, unsur birokrasi, serta pegiat literasi.

Suasana diskusi berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih jauh proses sejarah pembentukan Provinsi Sulawesi Barat sekaligus melihat berbagai sumber dokumentasi yang menjadi bagian penting dalam penyusunan buku.

BACA JUGA:  Hadir di Sosialisasi BAKTI, Diskominfo Sulbar Minta Regulasi dan Internet Merata hingga Pedalaman

Bagi para eksponen perjuangan, buku tersebut menjadi salah satu bentuk dokumentasi atas perjalanan sejarah yang pernah mereka lalui. Sementara bagi generasi muda, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran untuk mengenal lebih dekat sejarah terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat.

Pada akhir kegiatan, Adi Arwan Alimin membagikan sejumlah buku kepada peserta Bedah Buku. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan buku oleh penulis utama pada halaman sampul dalam buku sebagai tanda kenang-kenangan sekaligus bagian dari apresiasi terhadap peserta yang hadir.

BACA JUGA:  Sektor Sawit Sumbang 30 Persen Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Bedah Buku Api Perjuangan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan diskusi semata, tetapi menjadi momentum untuk terus menghidupkan literasi sejarah dan memperkuat kesadaran masyarakat Sulawesi Barat terhadap perjalanan panjang terbentuknya provinsi ini. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.