Namun, masih terdapat 34.469 balita yang tidak hadir, dan dari jumlah tersebut, sebanyak 20.384 balita atau 27,6 persen tercatat mengalami stunting di enam kabupaten se-Sulbar.
Ketua TP PKK Sulbar, Harsinah Suhardi, menilai bahwa lebih dari 2.100 Posyandu yang tersebar di Sulbar perlu dioptimalkan secara maksimal. Ia mengusulkan agar Dharma Wanita di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan untuk berkolaborasi dengan TP PKK dalam membina Posyandu di semua tingkatan.
“Satu usulan dari saya, saya minta ke Wakil Gubernur untuk menginstruksikan tiap-tiap OPD supaya Dharma Wanitanya bisa hadir barengan dengan PKK membina Posyandu, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, maupun desa,” ujar istri Gubernur Sulbar.
Menurutnya, keterlibatan lintas organisasi perempuan akan memperkuat kehadiran dan kualitas layanan Posyandu, sehingga diharapkan dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Barat.










