Ia juga menyoroti bobot kendaraan berat yang melintas. “Eksavatornya saja sudah 21 ton, belum yang mengangkut.
Jalan yang dilewati hanya sebelah. Apa tidak cepat putus Pak?” ucapnya, menekankan bahaya yang mengancam.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur Harum langsung memberikan peringatan keras. Ia meminta PT KPC segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.
“Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjutnya, maka kami minta kegiatan tambang PT KPC kita hentikan. Sampai jalannya dibenahi,” ancamannya.
Menanggapi hal ini, GM ESD PT KPC, Wawan Setiawan, mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan di beberapa titik dan akan terus berkoordinasi dengan BBPJN. (*)










