Peluncuran Payment ID Ditunda, DPR Minta Sosialisasi Diperkuat

oleh
Peluncuran Payment ID sebagai identitas tunggal transaksi digital batal diluncurkan pada 17 Agustus 2025.

INEKSPOS.COM, BALIKPAPAN — Peluncuran sistem Payment ID sebagai identitas tunggal transaksi digital yang semula dijadwalkan pada 17 Agustus 2025 dipastikan ditunda. Bank Indonesia (BI) menyatakan sistem ini masih dalam tahap uji coba dan belum siap untuk diterapkan secara luas.

Meskipun belum diluncurkan, kebijakan Payment ID dinilai sebagai langkah lanjutan dari keberhasilan QRIS, yang diharapkan dapat mempermudah transaksi digital lintas platform secara lebih terintegrasi.

BACA JUGA:  Asistensi RKA Perubahan 2025, BPKPD Sulbar Tegaskan Komitmen Perencanaan Tepat Sasaran

Dengan target penerapan penuh pada tahun 2030, BI memiliki waktu lima tahun untuk memastikan kesiapan teknis dan penerimaan sosial dari masyarakat. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK mengingatkan pentingnya sosialisasi masif untuk mencegah kesalahpahaman publik terkait sistem ini.

“BI harus aktif melakukan sosialisasi untuk menekan mispersepsi bahwa semua data pribadi dan keuangan masyarakat akan terbuka tanpa batas,” ujar Amin saat Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (13/8/2025).

BACA JUGA:  Dinas ESDM Sulbar Gelar Sosialisasi Perizinan Penyediaan Tenaga Listrik : Dorong Pelaku Usaha Patuhi Regulasi

Amin menyoroti kekhawatiran publik yang muncul akibat minimnya informasi yang jelas mengenai Payment ID. Ia menegaskan bahwa sistem ini tidak akan memberikan akses penuh kepada BI untuk memantau seluruh aspek ekonomi individu.

“Yang bisa diakses hanya data yang relevan dengan transaksi, untuk mencegah kecurangan, penghindaran pajak, dan pencucian uang,” jelas politisi Fraksi PKS tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.