Selain pameran keris dan badik, festival ini turut dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pendukung, seperti pameran UMKM, kuliner lokal, serta pameran batu ngalo yang dikenal sebagai batu khas daerah.
“Pelestarian budaya adalah bagian dari pembangunan manusia dan kesehatan secara holistik. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas dan semangat kebersamaan,” ujar Plt. Kadinkes Sulbar di sela-sela kegiatan.
Festival ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya di Sulawesi Barat. (Rls)