Sementara itu, kondisi berbeda diperkirakan terjadi di Majene dan Polewali Mandar. Kedua wilayah tersebut masih berpotensi mengalami periode kering hingga akhir Desember, meski hujan tetap dapat turun sesekali.
Perbedaan kondisi tersebut membuat mitigasi tidak bisa dilakukan dengan pola yang sama di seluruh wilayah.
Di daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat, masyarakat perlu memperhatikan kondisi drainase, lingkungan sekitar serta kesiapan menghadapi banjir. Sementara wilayah yang masih mengalami kekeringan tetap perlu menjaga ketersediaan dan penggunaan sumber air.
Mitigasi juga tidak hanya menyangkut kesiapan masyarakat. BPBD Sulbar mendorong perlindungan terhadap sejumlah fasilitas dan infrastruktur penting yang dapat terdampak perubahan kondisi cuaca.
Fasilitas pelayanan publik, sumber air, jaringan listrik, fasilitas kesehatan, sekolah dan infrastruktur vital lainnya perlu dipastikan tetap terlindungi dan dapat berfungsi ketika terjadi kondisi darurat.
“Jadi kita bicara mitigasi. Masyarakat harus siap dengan segala kemungkinan yang tidak diinginkan,” ujar Yasir.
BPBD Sulbar mengingatkan kesiapsiagaan perlu dilakukan sebelum bencana terjadi. Dengan begitu, masyarakat tidak baru mengambil langkah setelah hujan deras, banjir atau gangguan lainnya terjadi.(rls)

