Menjadikan Maulid Ruang Penghayatan, Nur Salim Ismail Lanjutkan Dakwah ke Pasangkayu

oleh
oleh
Dr. Nur Salim Ismail, M.Si

Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW bukan hanya milik mereka yang merasa telah saleh. Maulid juga harus menjadi ruang bagi mereka yang masih merasa diliputi dosa dan kenistaan untuk menemukan harapan dan jalan kembali.

“Jangan merasa terlalu kotor untuk mencintai Nabi. Jangan pula merasa terlalu jauh untuk kembali. Bisa jadi, kecintaan kepada Rasulullah itulah yang menjadi awal seseorang menemukan jalan pulang kepada Allah,” katanya.

BACA JUGA:  DPRD Sulbar Gelar Monitoring APBD 2026, PUPR Paparkan Capaian dan Target Kinerja hingga Akhir Tahun

Menurut Nur Salim, perubahan zaman yang berlangsung cepat menuntut pesan agama disampaikan secara mudah, realistis, dan dapat diperpegangi oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Dakwah tidak cukup berhenti di atas mimbar. Nilai-nilai kenabian harus hadir dalam kehidupan nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian dakwah tersebut merupakan bagian dari agenda Maulid Nabi Muhammad SAW yang telah berlangsung selama beberapa pekan di sejumlah wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.