Dalam koordinasi tersebut, DKP Sulbar menyampaikan data dan informasi yang tersedia sesuai dengan tugas dan kewenangan perangkat daerah. Informasi tersebut antara lain berkaitan dengan pemanfaatan ruang laut, perizinan atau kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut, lokasi kegiatan, serta berbagai informasi pendukung terkait pemanfaatan wilayah pesisir dan laut.
Pembahasan juga mencakup perkembangan berbagai aktivitas pemanfaatan ruang laut di Sulawesi Barat. Beberapa di antaranya meliputi perikanan tangkap, perikanan budidaya, pariwisata bahari, pembangunan sarana dan prasarana kelautan, serta bentuk pemanfaatan ruang laut lainnya yang relevan dengan pelaksanaan RZ KAW Selat Makassar.
Data Menjadi Fondasi Pengelolaan Ruang Laut
Pemutakhiran data realisasi pemanfaatan ruang laut memiliki peran strategis dalam pengelolaan wilayah pesisir dan laut. Data yang terintegrasi dapat membantu pemerintah melihat kondisi aktual di lapangan, mengidentifikasi perkembangan kegiatan, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana zonasi.
Dengan demikian, rencana zonasi tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi dapat menjadi instrumen dalam mengarahkan pemanfaatan ruang laut agar lebih teratur dan tidak saling tumpang tindih.
Bagi Sulawesi Barat, penguatan data juga penting mengingat wilayah pesisir dan laut memiliki beragam potensi ekonomi, mulai dari perikanan tangkap dan budidaya hingga pariwisata bahari. Di sisi lain, pemanfaatan tersebut perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek ekologis dan keberlanjutan sumber daya laut.
DKP Provinsi Sulawesi Barat menyatakan dukungannya terhadap proses pengumpulan dan pemutakhiran data yang dilakukan BPRL Makassar. Data dan informasi yang tersedia akan diberikan sesuai kewenangan serta kebutuhan kegiatan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat basis data pemanfaatan ruang laut di Sulawesi Barat sekaligus mendukung pelaksanaan RZ KAW Selat Makassar secara lebih efektif.
Pada akhirnya, pengelolaan ruang laut yang baik dimulai dari data yang benar, koordinasi yang kuat, dan komitmen bersama untuk menjaga laut tetap produktif sekaligus berkelanjutan bagi generasi mendatang. (rls)








