Berdasarkan evaluasi dan pemetaan data penggunaan sistem digital sebelumnya, DiskominfoSS mencatat adanya peningkatkan aktivitas pelaporan berbasis aplikasi di sejumlah instansi. Meski demikian, edukasi langsung di lapangan tetap dinilai penting guna menyelaraskan pemahaman teknis bagi seluruh pegawai.
Dia juga menekankan bahwa penerapan aplikasi ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi harian, melainkan fondasi penting transformasi birokrasi daerah.
“Pentingnya komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah untuk mengoptimalkan penggunaan FLEKSI,” tuturnya.
Melalui percepatan pemanfaatan aplikasi Fleksi, Pemprov Sulbar optimistis tata kelola pemerintahan digital akan semakin mantap, sekaligus mendorong pelayanan publik yang tetap responsif dan terukur. (Rls)










