Site icon inekspos.com

Polda Sulbar Imbau Warga Laporkan Penimbunan BBM dan Tak Panik

Ilustrasi Imbauan Kapolda Sulbar Laporkan penimbunan BBM. (ist/gambar ilustrasi dihasilkan ai)

inekspos.com, Mamuju – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan indikasi praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil menyusul maraknya antrean warga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat kesulitan mendapatkan Pertalite dan Solar bersubsidi.

Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, menegaskan bahwa jajaran intelijen terus memantau situasi di lapangan untuk memetakan potensi kecurangan yang memicu kelangkaan.

“Rekan-rekan intelijen selalu membuka mata dan telinga terkait potensi penimbunan BBM. Kami tidak menutup diri. Jika masyarakat memiliki informasi akurat, segera berikan kepada petugas. Pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas Kapolda.

Selain menyoroti dugaan penimbunan, Kapolda mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying yang berisiko memperpanjang antrean. Ia memastikan pasokan BBM dari Pertamina tetap berjalan normal sesuai jadwal pendistribusian ke tiap SPBU.

“Masyarakat tidak perlu panik hingga membeli BBM secara bersamaan. Tetap tertib dan jangan berebut,” lanjutnya.

Ia menambahkan, fenomena antrean panjang kerap diperparah oleh kepanikan warga akibat rumor di media sosial. Masyarakat diminta tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi.

“Mohon jangan mudah termakan provokasi atau berita yang beredar di media sosial. Cek dahulu kebenarannya agar tidak memicu kepanikan,” tambahnya.

Di samping isu BBM, Polda Sulbar juga menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapolda menyatakan titik api yang tersebar di enam kabupaten kini berhasil dikendalikan berkat sinergi TNI, Polri, dan instansi terkait.

Sebagai bentuk penegakan hukum, Polresta Mamuju telah menetapkan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan di wilayah tersebut. (*)

Exit mobile version