“Yang paling penting bukan hanya bagaimana anggaran terserap, tetapi bagaimana target kinerja dan manfaat pembangunan dapat tercapai sampai akhir tahun. Karena itu, setiap bidang harus memastikan progres pekerjaan, indikator kinerja dan rencana tindak lanjut berjalan secara terukur,” tegasnya.
Rapat teknis ini sekaligus menjadi momentum bagi PUPR Sulbar untuk melakukan konsolidasi internal dan memperkuat strategi percepatan pelaksanaan kegiatan. Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya dalam mewujudkan infrastruktur yang handal dan berwawasan lingkungan, serta tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, bersih dan akuntabel.
Dengan demikian, perubahan APBD 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi penyesuaian administrasi dan anggaran, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan target pembangunan PUPR Sulbar dapat dituntaskan dan manfaatnya dirasakan masyarakat hingga akhir tahun. (rsl)









