Site icon inekspos.com

Soroti Regulasi Deforestasi Uni Eropa, Chusnunia Chalim: Standar Sawit Jangan Hanya Ikut Kemauan Pasar Luar

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim. (dok humas DPR RI)

inekspos.com, Jakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar mengekor standar sawit nasional pada tuntutan negara atau kawasan tertentu, khususnya Uni Eropa.

Menurutnya, pengembangan standar sawit berkelanjutan harus berorientasi pada kedaulatan serta kepentingan jangka panjang industri dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Chusnunia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) Standar Nasional Indonesia (SNI) bersama pakar akademisi di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Politisi Fraksi PKB ini mempertanyakan sejauh mana kepatuhan terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR) dapat menjamin keterterimaan produk sawit Indonesia di pasar Eropa tanpa memicu tuntutan baru di kemudian hari.

“Apa jaminannya ketika Indonesia sudah mengikuti ketentuan European Union Deforestation Regulation ini? Apakah jika produk kita memenuhi syarat, urusannya selesai di situ, atau masih ada potensi kemunculan syarat-syarat baru?” ujar Chusnunia dikutip dari laman resmi DPR RI.

Ia menilai variabel tersebut krusial dalam penyusunan standar nasional. Kebijakan perdagangan internasional dinilai sangat dinamis dan kerap dijadikan alat persaingan bisnis antarnegara.

“Ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari konteks standardisasi, karena dinamika perang dagang dan kepentingan geopolitik kerap masuk di dalamnya,” kata Chusnunia.

Lebih lanjut, Legislator dari Dapil Lampung II ini menekankan pentingnya Indonesia memiliki posisi tawar yang kokoh. Ia mendorong agar SNI sektor sawit tidak berhenti sebagai respons defensif atas regulasi luar negeri, melainkan diproyeksikan menjadi standar yang diakui di tingkat global.

“Apakah kita sedang membangun standar sawit berkelanjutan untuk kepentingan jangka panjang industri nasional, atau sekadar menyesuaikan diri agar memenuhi ekspektasi Eropa? Di mana posisi kepentingan nasional dan kedaulatan standar Indonesia?” tegasnya.

Chusnunia mendorong seluruh pemangku kepentingan agar penguatan standar sawit Indonesia dijadikan instrumen strategis. Selain meningkatkan daya saing global, langkah ini penting untuk memastikan kedaulatan ekonomi Indonesia tetap menjadi landasan utama. (*)

Exit mobile version