“Saya harap jangan disiasiakan. Kapasitas saudara, kemampuan saudara, jika memiliki keterampilan yang baik, maka akan meningkatkan produksi kita,” tegasnya.
Menurut Junda, peningkatan kapasitas petani tidak hanya berorientasi pada peningkatan kuantitas produksi, tetapi juga kualitas. Dengan keterampilan teknis dan pengetahuan yang memadai, petani diharapkan mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas lebih baik sehingga memiliki nilai pasar yang lebih tinggi.
“Jadi bukan hanya kuantitasnya saja, tapi kualitas dari produksi kita, bahkan berdampak kepada peningkatan nilai produksi yang kita bisa buat,” ujarnya.
Selain meminta peserta mengikuti pelatihan dengan baik, Junda juga mendorong para pelatih agar memberikan materi secara maksimal. Ia menilai proses pembelajaran tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai.
Ia meminta agar peserta mendapatkan pendampingan dan evaluasi setelah mengikuti pelatihan sehingga pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan.
“Kalau dilatih, kemudian tidak melakukan evaluasi, tidak membimbing, akan sia-sia juga,” katanya.
Junda berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata terhadap pengembangan komunitas petani kelapa sawit di Sulawesi Barat. Peningkatan kapasitas SDM diharapkan berujung pada peningkatan produktivitas, kualitas hasil perkebunan, serta kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Pasangkayu dan diharapkan dapat dilaksanakan di Kabupaten Mamuju pada bulan berikutnya.
“Yang terpenting adalah dapatkan ilmu di sini, manfaatkan fasilitasi yang diberikan, kemudian mulai itu dipraktikkan,” pesan Junda kepada para peserta.
Junda berharap penguatan sumber daya manusia perkebunan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pembangunan Sulawesi Barat sesuai dengan Visi baoak Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menuju daerah yang maju dan sejahtera pada 2030. (Rls)










