Selain persoalan iklim, pemerintah menaruh perhatian serius pada dampak erupsi 5—6 gunung berapi di Indonesia yang menekan mobilitas serta roda perekonomian warga di daerah terdampak. Pemantauan berkala terus dilakukan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang mengalami penurunan aktivitas.
“Di daerah terdampak pasti terjadi kontraksi ekonomi. Kami terus memonitor sektor dan program apa saja yang terkena dampak di berbagai provinsi tersebut,” jelasnya.
Airlangga memaparkan bahwa penurunan aktivitas masyarakat akibat bencana Gunung Berapi turut berimbas pada jalur logistik nasional, terutama moda transportasi udara.
“Sektor logistik pasti terganggu, khususnya pada penerbangan yang berikatan erat dengan pengangkutan kargo. Kami masih terus memantau berapa lama penutupan atau pembatasan akses udara ini harus diberlakukan,” pungkas Airlangga.
Melalui koordinasi antarlembaga ini, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara percepatan penanganan bencana, perlindungan sosial warga, hingga keberlanjutan distribusi kebutuhan pokok di seluruh wilayah terdampak. (*)










