“Semangat gotong royong dan musyawarah yang selama ini hidup di tengah petani merupakan bentuk nyata nilai Pancasila. Nilai seperti inilah yang harus terus kita jaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, peserta turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan serta perlunya melibatkan generasi muda dalam kehidupan sosial dan pembangunan desa. Peserta juga berharap materi Empat Pilar terus disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan dikaitkan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin memahami Empat Pilar MPR RI, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat melalui gotong royong, toleransi, musyawarah serta kepedulian terhadap kepentingan bersama.
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat dalam memperkuat nilai kebangsaan serta menjaga persatuan mulai dari lingkungan desa.










