“Seluruh anak-anak kita yang korban (bangunan ambruk) di Pondok Pesantren di Jawa Timur dan sudah dipulangkan semuanya, kecuali yang belum terindentifikasi. Mari kita doakan mereka… semoga tahun-tahun penuh cobaan ini berlalu,” ajak Menag.
Ia mendoakan para korban wafat yang disebutnya sebagai “malaikat-malaikat kecil” yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah saat sedang salat. “Ya Allah, siapa yang akan Engkau masukkan dalam surga-Mu, jika bukan mereka. Mereka masih anak-anak kecil, mungil, tanpa dosa, meninggal dalam keadaan salat,” ucap Menag penuh harap, mendoakan agar keluarga korban diberikan ketabahan. Doa ini diakhiri dengan pembacaan surat Al Fatihah.
Selain itu, Menag juga menyampaikan apresiasi atas sukses penyelenggaraan MQK Nasional ke-8 dan Internasional pertama yang berlangsung sejak 1 Oktober 2025.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak. Wajo sudah sangat cocok menjadi tuan rumah event nasional dan internasional,” kata Menag, berharap event ini berkesan dan semakin mempererat silaturahmi.
Penutupan ini turut dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam Amin Suyitno, Bupati Wajo Andi Rosman, serta Dewan Hakim MQK dan official dari berbagai provinsi dan perwakilan 10 negara peserta. (*)










