Site icon inekspos.com

Aktivitas Tambang Rusak Jalan, Gubernur Harum Marah dan Ancam Tutup Operasional PT KPC

Gubernur Dr H Rudy Mas'ud (Harum) dan rombongan kunjungan kerja meninjau sejumlah lokasi di Sangatta dan void PT Kaltim Prima Coal (KPC). Gubernur tampak geram melihat kondisi jalan provinsi rusak parah akibat kegiatan tambang. (ist)

INEKSPOS.COM, KUTAI TIMUR – Perjalanan Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), di Kutai Timur mendadak terhenti saat ia meninjau ruas jalan di Crossing 4 Sangatta-Bengalon.

Ia marah besar melihat kondisi jalan yang rusak parah, diduga akibat aktivitas tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC).

“Bapak tahu dampak sosialnya kalau sampai jalan ini putus?” tanyanya dengan kesal kepada manajemen KPC.

Ia menyoroti pentingnya jalan tersebut sebagai satu-satunya akses penghubung Sangatta dan Bengalon yang juga menjadi urat nadi transportasi logistik masyarakat.

Gubernur Harum mengungkapkan bahwa kerusakan sudah sangat parah. “Saya lihat bukan rawan lagi, tapi sudah putus sebelah. Tinggal sebelah saja lagi jalannya,” tegasnya.

Jika jalur tersebut benar-benar putus, ia menyebut kerugian yang akan ditimbulkan sangat besar bagi masyarakat maupun pekerja.

Ia juga menyoroti bobot kendaraan berat yang melintas. “Eksavatornya saja sudah 21 ton, belum yang mengangkut.

Jalan yang dilewati hanya sebelah. Apa tidak cepat putus Pak?” ucapnya, menekankan bahaya yang mengancam.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Harum langsung memberikan peringatan keras. Ia meminta PT KPC segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.

“Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjutnya, maka kami minta kegiatan tambang PT KPC kita hentikan. Sampai jalannya dibenahi,” ancamannya.

Menanggapi hal ini, GM ESD PT KPC, Wawan Setiawan, mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan di beberapa titik dan akan terus berkoordinasi dengan BBPJN. (*)

Exit mobile version