“Kami siap berkolaborasi tahun depan untuk mengembangkan event ini lebih besar. Namun, event seperti ini tidak bisa disiapkan secara mendadak. Karena itu, kami dorong semua pihak mulai bergerak dari sekarang, termasuk dalam hal promosi ke luar negeri,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyambut arahan Wamenpar dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam merancang Sandeq Silumba 2026 dengan lebih matang.
“Ibu Wamen sudah menekankan pentingnya perencanaan sejak awal. Jadi, objek-objek wisata yang akan dituju perlu dirancang secara terintegrasi. Ini akan menjadi arahan kami ke depan,” kata Suhardi Duka.
Ia juga menyampaikan bahwa promosi ke negara-negara tetangga akan menjadi langkah awal internasionalisasi event ini, dengan dukungan penuh dari Kemenparekraf.
“Promosi internasional akan kami arahkan ke negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei, karena masyarakat di sana memiliki ketertarikan kuat terhadap wisata bahari. Tentu, promosi ini akan kami lakukan bersama Kementerian Pariwisata,” tutupnya. (*)