Site icon inekspos.com

Tiga Nama Lolos Seleksi Calon Sekda Sulbar, Tujuh Ikuti Asesmen, Dua Gugur di Tahap Awal

Ketua Pansel JPT Madya Sulbar, Prof. Dr. H. Basri Hasanuddin, MA, --dok net--

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dan Wakil Gubernur Salim Mengga. Selain menggerakkan roda pemerintahan, Sekda juga menjadi penjaga agar setiap kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Memahami pentingnya posisi tersebut, Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Sulbar telah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi calon Sekda. Dari sembilan peserta awal, dua dinyatakan gugur di tahap administrasi. Tujuh peserta yang lolos mengikuti asesmen kompetensi di Jakarta.

Setelah asesmen, lima nama masuk tahap berikutnya. Melalui rapat pleno, panitia akhirnya menetapkan tiga calon terbaik adalah Arianto, AP, MM, Drs. Farid Wajdi, M.Pd, Dr. Junda Maulana, M.Si.

Ketua Pansel JPT Madya Sulbar, Prof. Dr. H. Basri Hasanuddin, MA, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara objektif, mencakup penulisan makalah dan wawancara mendalam.

“Setiap peserta menulis makalah dengan topik yang sama di bawah pengawasan ketat. Tempat duduk pun diundi untuk menjaga objektivitas. Dari situ, kami menilai kemampuan analisis, penggunaan bahasa, dan sudut pandang peserta,” jelasnya.

Basri menambahkan, Sekda yang terpilih harus mampu mengorkestrasi dan menyinergikan kebijakan gubernur dengan kinerja OPD.

“Sekda tidak hanya pelaksana, tetapi juga pelindung agar kebijakan kepala daerah tepat sasaran dan bebas dari kesalahan,” tegasnya.

Hasil seleksi ini telah disampaikan kepada Gubernur untuk diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Exit mobile version