Site icon inekspos.com

Penutupan Rekening Dormant Susahkan Masyarakat, Sekprov Sulsel Minta PPATK Lebih Fokus Bongkar Bandar Judol

Sekprov Sulsel, Jufri Rahman. (ist)

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAKASSAR — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggiatkan penutupan rekening dormant. Sekprov Sulsel, Jufri Rahman pun mengkritik hal tersebut.

Pembekuan rekening dormant atau rekening tidak aktif berbulan-bulan lantaran berindikasi dengan transaksi judi online (judol). Namun di lain sisi, banyak masyarakat keberatan atas kebijakan PPATK tersebut.

Makanya, Jufri pun meminta untuk mempertimbangkan kembali penutupan rekening dormat yang malah menyusahkan masyarakat. Ia bahkan meminta PPATK lebih fokus membongkar jaringan besar di balik maraknya judi online.

Dia juga menilai tuduhan bahwa rekening dormant kerap untuk judol adalah alasan yang naif. Menurutnya, transaksi judol justru membutuhkan rekening yang aktif dan sangat dinamis dalam bertransaksi.

Jika berkaitan dengan judol, Jufri merasa ada bandar besar yang lebih baik dikejar dibanding menyulitkan rakyat. “Hentikan itu, tidak usaha (Pembekuan rekening tidak aktif),” tegas Jufri.

“Indonesia sudah cukup susah, jangan lagi cari kesulitan lain. Kenapa selalu warga dicurigai sebagai rakyat judol. Kenapa bukan bandarnya yang buat orang berjudol. Bandarnya pasti lebih banyak, lebih besar,” imbuhnya.

Menurut Jufri, adanya rekening dormant tersebut lantaran masih banyak nasabah tidak memilikil dana berlebihan.

Ia pun membeberkan, pembekuan rekening itu kemungkinan berakibat masyarakat gagal menyelamatkan anggota keluarganya. Sebab tidak bisa menarik uang dari rekeningnya.

“Misalnya ada keluarganya mau ke rumah sakit, merasa ada uangnya Rp 5 juta (di rekening), pas dia tarik, eh dormant. Mesti dia urus lagi dan sebagainya, mati di jalan itu anak, dosa besar PPATK kalau begitu,” ungkapnya. (*)

Exit mobile version