Selain pelatihan dan edukasi, Program MBG juga menekankan pentingnya pengawasan dan monitoring mutu pangan. Tenaga sanitasi lingkungan rutin melakukan pemeriksaan berbasis risiko, pengambilan sampel air dan swab test, serta memastikan tidak adanya potensi penularan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, keracunan makanan, dan cacingan.
Seluruh proses dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari sanitasi fasilitas, pengolahan makanan, hingga edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa dan orang tua.
“Program ini tidak hanya soal menyediakan makanan bergizi, tapi juga memastikan keamanan pangan dan edukasi gizi secara menyeluruh. Ini adalah langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung upaya nasional meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia,” ujar dr. Nursyamsi Rahim, Kamis 7 Agustus 2025.
Dengan implementasi menyeluruh dari hulu ke hilir, Dinas Kesehatan Sulawesi Barat memastikan Program MBG dapat berjalan dengan aman, bermutu, dan memberi dampak nyata bagi kesehatan generasi muda di daerah. (Rls)










