“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya kami membangun budaya kerja yang inklusif, sehat, dan spiritual,” ujarnya.
Adapun Ruang Layanan To Dilaling difungsikan sebagai ruang konsultasi yang terbuka dan nyaman bagi pegawai maupun masyarakat dalam urusan kepegawaian. Ruang Laktasi disediakan untuk mendukung hak ibu menyusui di tempat kerja, sementara Mushallah Al-Amanah hadir sebagai fasilitas ibadah yang bersih dan representatif.
Acara peresmian berlangsung dengan khidmat dan disambut antusias oleh peserta yang hadir. Dengan hadirnya ketiga fasilitas ini, BKD Sulbar menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan pegawai maupun masyarakat. (*)