Senter KIM di Mamuju Tengah Disambut Antusias, Filter Informasi di Era Digital Jadi Topik Menarik

oleh

Menanggapi hal itu, Kepala Diskominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, selaku Pemateri mengemukakan, Pemprov Sulbar tengah mendorong pembangunan infrastruktur digital di seluruh wilayah, termasuk area-area blankspot, untuk memastikan hak digital masyarakat dapat terpenuhi.

Hanya saja, dampak pada pemerataan akses internet ini akan berujung pada dua sisi, yakni pengaruh positif dan pengaruh negatif, sehingga dibutuhkan masyarakat yang cakap digital dan sadar akan etika berinternet. Pada situasi inilah peran aktif KIM sangat dibutuhkan.

“KIM sangat penting sebagai penyaring informasi sekaligus penyambung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. KIM hadir karena tidak semua hal bisa dijangkau langsung oleh pemerintah. Di sinilah KIM berperan aktif menjadi jembatan, sekaligus filter informasi sebelum dikonsumsi masyarakat luas,” jelas Ridwan.

Berlangsungnya sesi diskusi, mencuat gagasan untuk mendorong tokoh-tokoh masyarakat, termasuk para ustaz dan pemuka agama, agar turut menjadi konten kreator positif. Usulan ini disampaikan oleh Irwansyah, peserta dari Karang Taruna, yang melihat potensi besar jika nilai-nilai moral dan spiritual dikemas dalam format digital yang menarik.

Kepala Bidang IKP Diskominfo Sulbar, Dian Afrianty, menyebut bahwa tingginya partisipasi peserta dalam Senter KIM kali ini menunjukkan bahwa literasi digital telah menjadi kebutuhan nyata masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas semua masukan yang muncul dalam dialog.

“Senter KIM bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kesiapan mental dan budaya kita dalam menyambut era digital secara sehat dan produktif,” tutup Dian. (Rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.