Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur potensi SAR, antara lain Kodim 1418/Mamuju, Polsek Sampaga, BPBD Mamuju Tengah, BPBD Mamuju, Tagana Mateng, BWS Mamuju, serta warga setempat.
Pukul 13.10 WITA, tim SAR gabungan mulai menyisir sungai dengan radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Pada pukul 16.00 WITA, drone thermal milik Basarnas diterbangkan untuk memaksimalkan pencarian dari udara.
Namun karena hari mulai gelap, pencarian dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA dengan hasil nihil. Operasi SAR akan dilanjutkan malam harinya menggunakan bantuan teknologi drone thermal.
“Pencarian masih akan kami lanjutkan malam ini dengan memaksimalkan teknologi drone thermal,” ujar Aswandi, Kasubsi Operasi Basarnas Mamuju.
Sebagai informasi, drone thermal mampu mendeteksi panas tubuh manusia atau hewan dan sangat berguna dalam pencarian korban di area yang luas atau sulit dijangkau. (*)