Sulbar Genjot Vaksinasi Hepatitis B untuk Tenaga Kesehatan

oleh

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa dalam keterbatasan vaksin yang tersedia, prioritas diberikan kepada tenaga kesehatan dengan risiko tinggi tertular, seperti dokter bedah, dokter gigi, bidan, perawat, petugas laboratorium, dan profesi lain yang melakukan intervensi medis.

“Vaksinasi ini merupakan bagian penting dari upaya perlindungan tenaga kesehatan kita. Namun karena keterbatasan dosis, kami mengimbau nakes lainnya untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan standar, sambil menunggu jadwal vaksinasi berikutnya,” ujar dr. Nursyamsi,” Jumat 25 Juli 2025.

BACA JUGA:  Website Terintegrasi: Langkah DKP Sulbar Menuju Transparansi Optimal

Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan untuk tenaga kesehatan meliputi:

  1. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat bertugas.
  2. Penanganan alat tajam yang aman.
  3. Menghindari pajanan langsung darah atau cairan tubuh.
  4. Melakukan skrining rutin HBsAg dan anti-HCV.
  5. Mengikuti pelatihan pengendalian infeksi.
  6. Melengkapi dosis vaksin Hepatitis B serta pemeriksaan anti-HBs

Dukungan penuh dari seluruh pihak, baik fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, sangat diharapkan agar cakupan vaksinasi Hepatitis B dapat diperluas dan Sulawesi Barat semakin tangguh menghadapi tantangan kesehatan masyarakat. (Rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.