Menanggapi bencana ini, BPBD Kabupaten Poso bersama tim gabungan telah mendirikan tenda pengungsian di beberapa titik, termasuk di Desa Tindoli. Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan tim reaksi cepat ke lokasi untuk mendukung koordinasi, manajemen informasi, serta pemantauan dampak gempa.
Hingga Jumat (25/7) pukul 11.00 WITA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 103 kali gempa susulan terjadi, dengan kekuatan terbesar M5,5 dan terkecil M1,8. Pusat gempa utama berada di wilayah Poso, pada kedalaman 10 kilometer.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat juga diminta memeriksa kelayakan struktur bangunan sebelum kembali ke rumah masing-masing, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoaks. (*)









