Layanan ‘DIPOKANYNYANG’, Menyatukan Kepercayaan dan Transparansi dalam Pembenahan Pelayanan BKD Pasca Retreat

oleh
Kepala BKD Sulbar Herdin Ismai.

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Layanan “DIPOKANYNYANG,” sebuah kata dari bahasa Mandar yang berarti “terpercaya,” bukan sekadar jargon, melainkan fondasi filosofis yang kini menjadi ruh pembenahan layanan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi.

Kata ini menegaskan bahwa kepercayaan adalah inti dari setiap interaksi dan pelayanan, yang harus dijunjung tinggi dalam setiap proses birokrasi.

BACA JUGA:  Jelang HUT ke-80 RI, Pemkesra Laksanakan Rapat Kordinasi Kebencanaan, Ketertiban, dan Keamanan

Secara etimologis, DIPOKANYNYANG mencerminkan nilai sosial budaya Mandar yang menempatkan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sebagai pilar utama menjaga keharmonisan dan kredibilitas.

Filosofi ini mengingatkan bahwa pelayanan publik bukan hanya soal prosedur, melainkan tentang membangun dan menjaga “trust” yang tidak tergoyahkan antara penyelenggara layanan dan masyarakat.

Hal ini, juga bagian implementasi visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam sistem pemerintahan berintegritas dan profesional.

No More Posts Available.

No more pages to load.