“Saya minta ke Pak Menteri supaya kita buatkan hilirisasi di sini, supaya ekspornya itu jangan mentah-mentah semua. Ya setengah jadilah kalau bisa, supaya nilai tambahnya ada,” kata SDK.
Ia menambahkan, pengembangan industri pengolahan lokal akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, tidak hanya bagi petani, tapi juga pelaku usaha di sepanjang rantai pasok kakao.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, memberikan apresiasi terhadap peran kawasan transmigrasi di Sulbar yang berhasil berkembang menjadi sentra produksi ekspor.
“Ini contoh nyata kawasan transmigrasi yang berhasil. Produktif dan mampu mendukung ekspor nasional,” ujar Menteri Iftitah.
Pemerintah daerah berharap, momentum ekspor ini menjadi awal penguatan posisi Sulbar sebagai lumbung kakao nasional sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem industri hilir kakao yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (rls/*)