IGI Sulbar menyatakan kesiapan total untuk mengawal dan mendampingi program ini di lapangan. Apalagi, peran Guru Wali di sekolah menengah kini diarahkan menjadi pendamping akademik siswa, sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional. Kolaborasi ini akan memperkuat jalannya program di seluruh sekolah.
Tak hanya itu, IGI Sulbar juga mendorong agar daftar bacaan dalam program ini melibatkan karya-karya guru lokal atau penulis Sulawesi Barat. Dengan begitu, gerakan membaca juga sekaligus menjadi gerakan pemberdayaan literasi daerah.
“Sulbar Siap Berlari bukan hanya slogan, tapi harus nyata dalam langkah-langkah pendidikan. Melalui gerakan membaca ini, kita sedang menyiapkan generasi pembaca yang reflektif, kritis, dan kreatif. IGI siap berada di garis depan,” tutup Sutikno. (Rls)