Masalah ini berakar dari kurangnya pendidikan moral yang kontekstual dengan zaman. Pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan di sekolah atau rumah, tetapi juga harus dipahami dalam interaksinya dengan dunia digital. Orang tua dan pendidik perlu melek teknologi, agar bisa mendampingi anak-anak menghadapi banjirnya informasi dan godaan yang datang dari layar ponsel mereka.
Solusi dan harapan
Untuk mengembalikan moralitas dalam kehidupan bermedia sosial bukan hal mudah, tetapi bukan pula hal yang mustahil. Diperlukan kerja sama semua pihak baik itu keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, hingga platform digital. Literasi digital harus diperkuat, dan kesadaran akan nilai kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab harus kembali ditegakkan. Media sosial seharusnya menjadi alat penghubung yang memperkuat nilai kemanusiaan, bukan celah bagi kerusakan moral.
Pada akhirnya, teknologi hanyalah sebuah alat. Manusialah yang mesti menentukan akan digunakan untuk membangun, atau menghancurkan.
OLEH: Chalid M.









