Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) lebih umum di Asia dan Eropa, menyebabkan demam tinggi, perdarahan, dan gangguan ginjal.
Virus ini tidak ditularkan dari manusia ke manusia, kecuali pada beberapa kasus spesifik di Amerika Selatan. Penularan utama adalah:
- Menghirup partikel virus dari kotoran, air seni, atau air liur tikus yang terkontaminasi (terutama saat membersihkan area yang banyak tikus).
- Kontak langsung dengan cairan tubuh tikus.
- Mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.
Virus Hanta memang berbahaya, namun bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat. Kewaspadaan ekstra diperlukan saat membersihkan area tertutup atau daerah yang sering dikunjungi tikus. Bila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, dan nyeri otot setelah kontak dengan tikus, segera cari pertolongan medis.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mencurigakan setelah kontak dengan tikus atau lingkungan yang diduga terkontaminasi.
Meskipun belum ditemukan kasus besar di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di daerah padat penduduk dan tempat-tempat yang rentan terhadap infestasi tikus. (*)