Nama Ma’silambi berasal dari bahasa Mamasa yang berarti bertemu, mencerminkan esensi program sebagai wadah pertemuan ide, peran, dan aksi nyata dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Asran Masdy, menjelaskan bahwa Ma’silambi adalah bentuk nyata integrasi peran berbagai elemen masyarakat.
“Program ini mempertemukan OPD, TP PKK, tokoh masyarakat, TNI/Polri, pemuda, ibu-ibu, pelaku usaha, tokoh agama, dan unsur masyarakat lainnya untuk bersama-sama menurunkan angka stunting. Ini adalah bukti nyata bahwa isu kesehatan membutuhkan sinergi lintas sektor,” ungkap Asran Masdy.
Keberhasilan delapan inovasi Sulbar dalam melewati seleksi administrasi KIPP 2025 menunjukkan komitmen daerah ini dalam membangun layanan publik yang inovatif, solutif, dan inklusif.
Dengan semangat kolaborasi, Pemprov Sulbar siap bersaing di tingkat nasional dan memperkuat fondasi pelayanan publik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (rls/*)