“Itu target optimistis kami, dan sangat mungkin tercapai melihat tren awal ini,” kata SDK.
Dukungan terhadap operasional Batik Air di rute ini tidak hanya datang dari Pemprov Sulbar. SDK menyebutkan, para bupati dan pimpinan instansi vertikal di wilayah tersebut juga telah menunjukkan komitmen mereka.
“Kita sudah melakukan pertemuan virtual dengan empat bupati, semuanya mendukung melalui perjalanan dinas menggunakan Batik Air. Begitu pula dengan instansi vertikal,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Sulbar mewajibkan seluruh perjalanan dinas menggunakan Batik Air.
“Kami ingin memastikan keberlanjutan rute ini. Maka dari itu, semua perjalanan dinas Pemprov akan menggunakan Batik Air,” tegas Gubernur SDK.
Dengan dibukanya kembali jalur ini, Pemprov Sulbar berharap mobilitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan semakin efisien dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (rls/*)