Ia menambahkan bahwa meskipun tidak semua angkatan membahas topik kejahatan digital secara menyeluruh, aspek keamanan digital selalu diselipkan dalam pilar literasi digital yang diajarkan.
“Khusus terkait penipuan pinjaman online dengan modus salah transfer, itu akan menjadi salah satu materi baru pada pelatihan Senter KIM berikutnya,” ujarnya.
Mustari juga menegaskan bahwa ke depan, Dinas Kominfo akan semakin fokus dalam menghadirkan narasumber berkompeten, seperti dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkaya materi sosialisasi.
“Keamanan digital menjadi perhatian utama kami dalam menjalankan program ke depan,” pungkasnya. (rls/*)










