Menurutnya, daerah seperti Mamasa masih kekurangan alsintan, sementara jaringan irigasi di sejumlah wilayah belum mencukupi untuk mendukung intensifikasi pertanian. SDK juga menyoroti pentingnya membangkitkan kembali kejayaan kakao sebagai komoditas unggulan Sulbar.
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Sulbar telah mengalokasikan anggaran Rp30 miliar dalam APBD 2025 untuk pengembangan kakao. Dana ini akan digunakan untuk pengadaan bibit unggul, pendampingan teknis, serta peningkatan produktivitas dan mutu hasil kakao.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap memprioritaskan kakao sebagai komoditas strategis,” tegas SDK.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut positif langkah proaktif Pemprov Sulbar dan menegaskan kesiapan Kementan untuk mendukung program strategis yang diusulkan.
“Kami apresiasi inisiatif Gubernur Suhardi Duka. Kementan siap bersinergi untuk memperkuat sektor pertanian di Sulbar,” ujar Amran. (Rls/*)










