“Ikan kembung sangat kaya akan protein dan omega-3, yang penting untuk tumbuh kembang anak. Melalui demo masak ini, kami ingin para ibu bisa lebih kreatif menyajikan makanan bergizi yang disukai anak-anak,” jelas Ny. Miranti.
Langkah ini dinilai sangat strategis dalam upaya pencegahan stunting, terutama melalui pendekatan edukatif dan langsung menyentuh kebutuhan rumah tangga.
Salah seorang Tokoh kebijakan publik, Agus Pambagio, yang turut hadir dan memberikan edukasi dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi inisiatif Bhayangkari Sulbar. Menurutnya, peran organisasi ini sangat penting dalam percepatan penanganan stunting di tingkat akar rumput.
“Saya pernah menyarankan hal serupa di Lampung dan Riau, agar para ibu mengolah ikan kembung menjadi nugget sehat untuk balita. Ini adalah solusi sederhana namun berdampak besar bagi pemenuhan gizi anak,” ungkap Agus Pambagio di hadapan awak media.
Menutup rangkaian kegiatan, perwakilan masyarakat menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Bhayangkari Daerah Sulbar.
“Atas perhatian dari Ibu Bhayangkari Daerah Sulbar, kami, segenap masyarakat, khususnya para peserta yang hadir di sini, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar salah satu perwakilan warga.
Melalui kegiatan ini, Bhayangkari Daerah Sulawesi Barat berharap terbangun sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat dan bebas dari stunting. (*)