Sementara itu, perwakilan Bupati Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, mengajak para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan dan menjaga nama baik almamater.
“Jangan merasa cukup hanya lulus dari MAN 2. Kita semua memiliki peran besar dalam menciptakan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya. Ia juga mengapresiasi kontribusi MAN 2 dalam program pengentasan buta aksara Al-Qur’an, yang kini menjadi salah satu syarat promosi jabatan di lingkungan Pemkab Polewali Mandar.
Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, H. Adnan Nota, turut menyampaikan pesan inspiratif dan menggugah semangat. Mengutip ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka, ia menekankan pentingnya membangun karakter pejuang dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Hari ini adalah hari membangun karakter fighter. Lawan kemiskinan, lawan kebodohan, tinggalkan kebiasaan buruk,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dominasi prestasi yang ditorehkan oleh siswi perempuan dan mendorong mereka untuk terus bermimpi besar. “Perempuan jangan hanya punya cita-cita, tapi juga harus punya obsesi tinggi. Kalau tidak bisa jadi Bupati, jadilah istri Bupati,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Sambutannya ditutup dengan pesan mendalam: “Tidak ada kesuksesan tanpa restu orang tua dan guru. Ridhanya Allah ada pada ridha orang tua. Jangan jadi sampah masyarakat, jadilah pribadi yang bermanfaat.”
Acara penamatan ini menjadi momen istimewa bagi para peserta didik dan keluarga mereka. Lebih dari sekadar simbol keberhasilan akademik, penamatan ini menjadi ajakan moral untuk terus melangkah maju, menjaga akhlak, dan membawa nama baik madrasah dalam membangun peradaban bangsa. (*)