Dalam kesempatan tersebut, Syahrir juga menyampaikan capaian Sulbar di ajang PON XXI, di mana kontingen Sulbar berhasil meraih dua medali perak dari cabor dayung. Ia menambahkan, jumlah cabor yang diikuti Sulbar di PON Aceh-Medan meningkat menjadi 15 cabor, dibandingkan hanya 7 cabor saat PON Papua.
Sementara itu, Sekum KONI Mateng, Mahyuddin, melaporkan progres pembangunan venue di wilayahnya masih sangat terbatas. Untuk cabor sepak bola, Mateng baru memiliki stadion mini di Tobadak.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulbar, yang akrab disapa SDK, menegaskan bahwa Porprov harus diselenggarakan secara maksimal dan tidak asal-asalan. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar pelaksanaannya diundur ke tahun 2027 guna memberikan waktu persiapan yang lebih matang.
“Porprov harus dilaksanakan secara maksimal, bukan sekadar seremonial. Karena itu, dibutuhkan waktu persiapan yang memadai. Saya usulkan diundur ke tahun 2027,” kata SDK, yang langsung mendapat persetujuan dari pengurus KONI Sulbar, KONI Mateng, dan Kadispora.
SDK juga menambahkan, penundaan ke tahun 2027 dinilai lebih strategis karena selaras dengan semangat para atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi PON 2028.
“Kalau Porprov digelar tahun 2027, para atlet yang lolos Pra-PON masih dalam semangat tinggi dan memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan sebelum berlaga di PON 2028,” pungkas mantan anggota DPR RI itu. (*)