Mahasiswa Asal Mamuju Ditahan Polisi Mesir Karena Bawa Bungkusan yang Isinya!

oleh

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Dikabarkan dua mahasiswa Indonesia berurusan dengan pihak Kepolisian Kairo, Mesir.

Kedua mahasiswa itu adalah Arjung (25) asal Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dan Alwi Dahlan (AD) asal Bandung, Jawa Barat (Jabar) ditahan sejak sebulan lalu.

Menurut Ketua Kerukunan Sulawesi (KKS) di Mesir, Muhammad Fadli Syah, kedua mahasiswa yang ditahan itu merupakan mahasiswa Universitas Al-Azhar.

Mereka ditahan sejak 12 Maret 2025 lalu oleh Polisi Mesir sektor Bandara Kairo, Mesir, setelah petugas Imigrasi dan Bea Cukai mencurigai sebuah bungkusan yang dibawa dari Indonesia.

BACA JUGA:  BPKPD dan Perkim Sulbar Sinergi Tuntaskan Persoalan Tanah Polda: SK dan NPHD 2016 Dibahas Tuntas

Kedua mahasiswa itu sebelumnya membuka jasa penitipan barang antara Indonesia-Mesir. Pada 11 Maret 2025 lalu, saat keduanya hendak kembali ke Mesir, lalu mereka menerima pesanan penitipan barang dari seseorang yang bernama Dandi Putra Wijaya (DPW) yang telah dibungkus rapi.

“Tanggal 11 Maret 2025, Alwi menerima pesan WhatsApp dari DPW untuk menitipkan barang, namun karena bagasinya penuh ia pun menitipkan ke Arjung yang berangkat besoknya 12 Maret,” kata Fadli, via telepon, Minggu 13 April 2025.

BACA JUGA:  Etape II Sandeq Silumba 2025 Meriah, Perkuat Perpaduan Budaya, Wisata, dan Ekonomi Lokal

Rabu, 12 Maret 2025 pukul 12.58 waktu Kairo, Arjung berada tepat di pemeriksaan Bea Cukai Bandara Kairo, Mesir. Semua barangnya diperiksa petugas imigrasi termasuk bungkusan yang dititipkan Alwi Dahlan sebelumnya.

Setelah ditanyai petugas mengenai isi bungkusan tersebut, Arjun kemudian menghubungi Alwi Dahlan yang telah sampai di Mesir sehari sebelumnya guna menanyakan isi bungkusan itu.

BACA JUGA:  Senter KIM di Mamuju Tengah Disambut Antusias, Filter Informasi di Era Digital Jadi Topik Menarik

Setelah dibongkar petugas Imigrasi dan Bea Cukai Bandara Kairo, Mesir, mendapati isi bungkusan tersebut ternyata tiga buah stempel. Salah satunya stempel Keimigrasian Mesir. Stempel itu diduga di pesan DPW dan dititipkan melalui jasa pengiriman yang kemudian dibawa oleh Arjung.

No More Posts Available.

No more pages to load.