Pihaknya pun akan terus melakukan pencarian terhadap aset-aset yang hilang, dan bagi para pelaku akan diberi ganjaran.
Menurut Salim S. Mengga, mobil dinas itu merupakan bagian dari kekayaan daerah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.
Salim S. Mengga menceritakan pengalamannya selama berdinas di militer. “34 tahun saya menjabat di TNI, tidak ada satu pun inventaris dinas yang dibawa pulang, meski hanya satu buah kursi, apalagi kendaraan dinas yang ingin dibawa pulang,” ungkapnya.
Mengenai mobil dinas yang hilang, Salim S. Mengga menegaskan, “Kita akan terus kejar siapa pun orangnya. Dan apa pun jabatannya, dia wajib mengembalikan kendaraan dinas”. (*)










